Akhirnya, Aku Hanya Ingin Didengar
Dulu aku suka cerita cinta yang ramai — yang banyak adegan tarik ulur, salah paham, dan ujung-ujungnya manis. Aku pikir, di sanalah letak romantisnya.
Tapi sekarang, entah kenapa, semua itu terasa melelahkan. Aku nggak lagi bisa menikmati kisah yang penuh drama, seolah hatiku udah cukup kenyang dengan yang begitu.
Mungkin karena dulu aku terbiasa bicara tanpa benar-benar didengar.
Terbiasa menjelaskan agar dimengerti, tapi jarang benar-benar dipahami.
Sekarang aku nggak mau lagi terburu-buru untuk terlihat manis, lucu, atau sempurna di mata siapa pun.
Aku cuma ingin sesuatu yang tenang — tempat di mana aku bisa jadi diriku sendiri tanpa merasa bersalah.
Aku cuma ingin didengar, bukan dihakimi.
Disimak tanpa harus membuktikan.
Diterima, tanpa harus menjelaskan kenapa aku begini.
Mungkin, cinta yang paling tulus bukan yang bikin jantung berdebar.
Tapi yang bikin dada terasa lega — karena akhirnya, aku didengar.
---
Komentar
Posting Komentar