Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

  Ada orang-orang yang pergi berlibur dengan harapan pulang membawa tawa.  Ada juga yang pulang membawa pertanyaan.  Bukan karena tempatnya kurang indah,  melainkan karena di tengah perjalanan, ada kata-kata kecil yang terasa terlalu tajam untuk dianggap sepele.  Kadang bermula dari hal remeh— kesalahpahaman kecil, respons yang tak sepenuhnya dimengerti, atau lelah yang tak sempat dijelaskan.  Namun entah sejak kapan, kata-kata berubah menjadi nada merendahkan.  Bukan sekali, bukan dua kali.  Dan yang paling menyakitkan, sering kali datang dari orang yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Dalam situasi seperti itu, diam sering dipilih.  Bukan karena tak punya jawaban, melainkan karena setiap kata terasa berisiko disalahartikan.  Diam pun ternyata masih bisa dianggap salah.  Ada momen ketika seseorang sadar:  bukan kejadian ini yang melukai, melainkan ingatan bahwa ini  bukan yang pertama.   Tubuh bereaksi lebih d...

Postingan Terbaru

Akhirnya, Aku Hanya Ingin Didengar

Tentang Bertahan dan Belajar Melepas dengan Tenang

Ketika Lingkar Itu Semakin Kecil

Mungkin Aku Hanya Lelah Menjadi Aku yang Sekarang

Antara Kepastian dan Ketenangan

Saat Kata Jadi Senjata