Saat Kata Jadi Senjata

Ada saat-saat di mana aku merasa, satu kalimat kecil bisa mengubah arah hari. Seperti berjalan di atas jembatan rapuh, aku harus menimbang langkah, menahan kata, agar jembatan itu tidak runtuh. Hidup bersama orang yang kita sayangi memang begitu: penuh cinta, tapi juga penuh kehati-hatian.


Seringkali aku berharap suaraku bisa terdengar apa adanya, tanpa perlu takut melukai. Tapi nyatanya, tidak semua orang siap menerima kata sejujur-jujurnya. Dari situ aku belajar, mencintai juga berarti menjaga. Menjaga agar luka tidak melebar, menjaga agar hati tetap hangat meski terkadang terasa dingin.


Kadang aku merasa kecil, seolah isi hatiku tidak penting. Tapi di sisi lain, aku menemukan ruang baru: ruang di dalam diriku sendiri. Ruang yang mengajarkanku untuk mendengar diriku, untuk menenangkan perasaan tanpa harus selalu bergantung pada pengakuan orang lain.


Hubungan tidak pernah sesempurna yang kita bayangkan. Ada hari penuh tawa, ada hari penuh diam. Namun, mungkin justru dari sana aku belajar arti sabar. Bahwa mencintai bukan hanya soal memberi rasa aman pada orang lain, tapi juga bagaimana aku menemukan rasa aman dalam diriku sendiri.


---

Komentar

Postingan Populer